3 Perkara Penting dalam Niat
Kita beribadah karena Allah, lalu apakah kita mengharapkan dengan ibadah kita mendapatkan balasan dunia atau akhirat?

1. Niat membedakan ibadah dengan adat kebiasaan, dan membedakan ibadah yang satu dengan lainnya.

Jenis pertama, misalnya dua orang mandi nyebur ke kali, yang satu niatnya mandi junub, yang lain lagi niatnya mandi biasa saja. Jenis kedua, ketika seseorang takbiratul ihram “Allahu akbar….“, yang satu niatnya shalat subuh, yang satu shalat tahiyatul masjid.

2. Untuk siapa kita beramal?

Kalau kita bersedekah, apakah kita niatkan bersedekah karena Allah Ta’alaa ataukah karena ingin disebut sebagai seorang dermawan?

3. Apa balasan yang diharapkan?

Ini banyak yang lalai darinya. Kita beribadah karena Allah, lalu apakah kita mengharapkan dengan ibadah kita mendapatkan balasan dunia atau akhirat?

Contoh, seorang malam hari bangun shalat tahajud, niatnya betul-betul hanya mengharap wajah Allah. Namun dengan penuh air mata yang mengalir ia meminta: “Ya Allah, aku meminta keuntungan daganganku dua kali lipat“, doanya hanya meminta keuntungan dunia saja.

Orang yang kedua melakukan hal yang sama dan berdoa dengan doa yang sama, tapi ia tambah: “dan keuntungan akhirat yang lipat ganda ya Allah“.

Yang pertama ikhlas karena Allah ta’alaa, tapi hanya mengharapkan dunia…
Yang seperti ini tidak mendapatkan bagian di akhirat.

Yang kedua ikhlas dan mengharap dunia akhirat, ia mendapatkan bagian di akhirat.

Mana dalilnya? Silakan lihat di dalam Al Quran, surat Al Baqarah, ayat 200 sampai 202.

Renungkan!

Penulis: Al-Ustâdz Muhammad Sanusin, Lc. WA Masjid AL Jihad

Tinggalkan Balasan