DO’A SETELAH SHALAT DHUHA

Pertanyaan ?

Kalau sholat dhuha adakah dzikir khusus yang diajarkan oleh Rasulullah ?

Jawaban ✅

Dalam sebagian hadits dinyatakan bahwa Nabi shollallahu alaihi wasallam mengucapkan istighfar: Allaahummaghfirlii wa tub alayya innaka antat tawwaabur rohiim (Ya Allah ampunilah aku dan terimalah taubatku sesungguhnya engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang) sebanyak 100 kali.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : صَلَّى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ الضُّحَى ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ حَتَّى قَالَهَا مِائَةَ مَرَّةٍ

Dari Aisyah radhiyallahu anha beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sholat Dhuha kemudian mengucapkan: “Allaahummaghfirlii wa tub alayya innaka antat tawwaabur rohiim” sebanyak 100 kali
(H.R anNasaai dan al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrod dan dishahihkan al-Albany)

Adapun do’a shalat dhuha yang sangat populer dan banyak diamalkan oleh sebahagian kaum muslimin, namun benarkah doa ini memang ada tuntunannya?

Inilah doa tersebut :

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Transliterasi :
”AllooHumma innadh-dhuhaa-a dhuhaa-uka,wal baHaa-a baHaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka,wal qudrota qudrotuka, wal ’ishmata ishmatuka.
AllooHumma ingkaana rizqii fissamaa-i fa-anzilhu, waingkaana fil ardhi fa-akhrijHu,wa ingkaana mu’siron fayassirHu, wa ingkaana harooman fathoHHirHu,wa ingkaana ba’iidan faqorribHu bihaqqighuhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatiini maa ataita ‘ibaadikash shaalihiin.”

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu,keagungan adalah keagungan-Mu, kebagusan adalah kebagusan-Mu,kekuatan adalah kekuatan-Mu,kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu.
Ya Allah, apabila rizkiku di atas langit maka turunkanlah,bila di dalam bumi maka keluarkanlah,
bila sulit maka mudahkanlah, bila haram maka sucikanlah,dan bila jauh maka dekatkanlah dengan berkat waktu dhuhaMU, keagunganMU, keindahanMU, kekuatanMU dan kekuasaanMU,
limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh.”

Maka doa shalat dhuha seperti ini berasal dari Hadits yang MAJHUL (TIDAK DIKENAL / TIDAK ADA ASALNYA).

Sekalipun do’a tersebut dicantumkan dalam kitab-kita fiqih, separti I’anah Thalibin (I/401-402) Abu Bakar Syatha, dan lain sebagainya,namun tidak terdapat dalam kitab-kitab hadits terpercaya.

Syaikh Salim al-Hilali pada 25 Rabiuts-Tsani 1424 H, berkata,
“Tidak ada dalam kitab-kitab hadits”.

Syaikh al-Muhaddits Abdul Muhsin al-‘Abbad pernah ditanya tentang do’a ini, namun beliau hanya tersenyum saja. Itu tandanya hadits tersebut tidak ada asalnya menurut beliau.

Wallahu a’lam.

Sumber WA Masjid Al Jihad

Tinggalkan Balasan