dakwahmuh.com, – Permasalahan kebangsaan dewasa ini membuat kisruh dimana-mana mulai dari perpecahan kubu yg mengaku nasionalis dan memojokan kubu Islam sebagai perusak dan radikal. Tuduhan demi tuduhan berkembang diiringi opini publik yang memojokkan para ulama termasuk tokoh reformasi Prof. Amien Rais yang dimana beliau adalah tokoh berpengaruh baik bangsa dan Muhammadiyah. Tuduhan yang menjatuhkan pak Amien Rais (AR) saat ini sangat menyayat ulu hati terutama kader IMM se Indonesia pasalnya beliau adalah alumni IMM dan kami percaya tuduhan tersebut adalah kebohongan yang dibangun untuk menggiring pemikiran publik yang diciptakan oleh pemerintah melalui tangan KPK. Sikap yang tidak baik itu dicerminkan oleh penguasa saat ini dan IMM Kalimantan Selatan merasa perlu untuk mengawal dan sebuah keharusan untuk balancing power dari pemerintah saat ini. Tidak hanya itu perlunya menegakan amar ma’ruf nahi munkar sebagai landasan jihad konstitusi, maka dengan ini DPD IMM Kalimantan Selatan menyatakan sikap.

1) Mengutuk keras pernyataan yang menurut kami KPK terlalu tendensius menyebut bapak reformasi Amien Rais (AR) terima uang korupsi; 2) Menuntut agar KPK menunjukkan rasa hormat kepada AR, pasalnya AR adalah tokoh reformasi yang pertama kali menggaungkan pemberantasan KKN; 3) Mendesak KPK memberi penjelasan yang memadai, karena KPK tidak mau menerima AR yang secara sukarela mau memberi penjelasan; 4) Mendesak KPK tetap menjadi lembaga independen, bukan bumper kekuasaan, alat politik atau terima order khusus; 5) Menuntut KPK untuk membuka kembali kasus BLBI Century yang merugikan negara Rp. 138,4 Terliun, usut tuntas kasus E-KTP yang merugikan negara Rp. 2,3 Terliun dan kasus-kasus seperti Hambalang, RS Sumber Waras dll.

Demikian pernyataan sikap DPD IMM Kalimantan Selatan, atas segala kerisauan kami di daerah terkait kasus yang melibatkan tokoh reformasi. Jika tidak ada tindak lanjut dari KPK maka kami kader IMM se Kalimantan Selatan siap kawal AR dan bersatu dengan kader IMM senusantara mengepung KPK untuk menuntut keadilan ditanah ibu pertiwi Indonesia.

Sumber:  KalSel Muhammadiyah

Tinggalkan Balasan