Kami sampaikan kepada seluruh Masjid Muhammadiyah  di Kalimantan Selatan agar khutbah jum’at mengangkat isu tentang Muslim Rohingya

KHUTBAH JUM’AT SERENTAK UNTUK MASJID-MASJID MUHAMMADIYAH KALIMANTAN SELATAN – USTADZ MAIRIJANI, M.PD

Download Teks Khutbah Lengkap klik di sini

Khutbah Jum’at

Kuatkanlah Saudara kami di Rohingya

ان الحمد لله نحمده و نستعين و نستغفره و نعوذ بالله من شرور انفسنا وسيئات اعمالنا من يهده الله فلا مضل له و من يضلل فلا ها دي له . اشهد ان لا اله الا لله و اشهد ان محمدا عبده ورسوله اللهم صل على نبينا محمد و على اله و صحبه اجمعين و من تبعهم باحسان الى يوم الدين. ياايها الذين امنوااتقواالله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون. ياايهاالناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة و خلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيراونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والاارحام ان الله كان عليكم رقيبا ـ ياايها الذين امنوااتقواالله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم اعمالكم و يغفرلكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما  أَمَّا بَعْدُ
Semenjak tahun 2012 lalu kekerasan dan pembunuhan massal telah terjadi di Myanmar, hal itu sempat mereda dan dalam beberapa minggu ini kembali terjadi, khususnya adalah pembunuhan dan pembantaian yang dilakukan oleh militer Myanmar dan kelompok militan atau garis keras penganut Budha terhadap etnis Rohingya yang mayoritasnya adalah Muslim. Kantor berita Turki Anadolu Agency memberitakan ada sekitar 2.000 sampai 3.000 Muslim Rohingya terbunuh di negara bagian Rakhine hanya dalam waktu tiga hari, dari Jumat hingga Minggu lalu.

Pembantaian ini dilakukan tentara Myanmar dengan dalih mencari kelompok teroris Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA) yang menyerang pos-pos militer Jumat lalu. Tentara Myanmar menembaki dan membunuhi warga Rohingya, tidak peduli pria, wanita, anak-anak bahkan bayi.

Kita tentunya sangatlah mengecam terhadap tindak kejahatan dan kebiadaban ini.

Yang sangatlah disayangkan adalah tidak adanya tindakan nyata dari negara-negara di sekitar ASEAN, entah berupa tekanan atau diplomasi untuk bisa menghentikan tindakan kekejaman tersebut, apalagi berharap kepada PBB yang seharusnya melakukan fungsinya sebagai organisasi internasional yang bisa menekan Pemerintah Mynmar untuk menghentikan genosida/pemusnahan massal ini.

Asal mula kejadian ini adalah ketika Pemerintah Myanmar mengkampanyekan bahwa penduduk Muslim Rohingya adalah pendatang baru dari subkontinen India, sehingga mereka tidak berhak mendapatkan kewarganegaraan Myanmar, padahal penelitian yang dilakukan para ahli sejarah justeru menegaskan bahwa mereka telah tinggal di sana minimal sejak abad ke-12 M, jauh sebelum negara Myanmar ada. Ini semua adalah hanya alasan belaka, yang tujuan sebenarnya adalah adanya unsur kebencian agama.

Bagi kita umat Muslim Indonesia tentunya sangat berharap kepada Pemerintah Indonesia untuk melakukan perannya sebagai negara Muslim terbesar di dunia, menolong saudara-saudara Muslim kita di sana, tentunya dengan cara-cara yang arif dan bijaksana, yang mencerminkan Negara Muslim yang cerdas dan beradab. Terutama memberikan bantuan dan pertolongan berupa harta, dalam rangka meringankan penderitaan saudara Muslim kita di sana.

Bukankah Nabi Muhammad ﷺ pernah berpesan kepada kita dengan sabda beliau, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah RA

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

 

Siapa yang membantu menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari sebuah kesulitan di antara berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan salah satu kesulitan di antara berbagai kesulitannya pada hari kiamat. Dan barang siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hambaNya selama hambaNya itu menolong saudaranya. (HR. Muslim)

Allah berfirman dalam Surah Al Hujurat ayat 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

 “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara”

Dalam riwayat lain Nabi Muhammad ﷺ juga telah berpesan:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)’.” (HR. Al Bukhari)

Mari kita salurkan shadaqah kita kepada lembaga-lembaga sosial yang kredibel dan amanah untuk membantu kebutuhan kaum muslimin di Rohingya. Di Muhammadiyah bisa lewat LAZISMu yang sudah membuka rekening untuk bantuan Rohingya. Bersama kita satukan hati, satukan fikir dan satukan gerak untuk menyelamatkan saudara kita di Rohingya.

Memang penderitaan dalam memegang teguh tali agama ini pasti diliputi ujian dan cobaan, dalam Tarikhul Islam, bagaimana Rasulullah SAW mengingatkan bahwa memang perlu kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian.

Dalam sebuah Riwayat diceritakan dari Khabbab bin Arat RA, dia berkata, kami mengadu kepada Rasulullah SAW ketika beliau sedang berbantalkan selimutnya di samping Ka’bah. Kami berkata: “Kenapa Engkau wahai Rasulullah tidak meminta pertolongan untuk kami ? tidakkah engkau berdo’a untuk kami ?

Rasulullah SAW pun bersabda : “ Orang-orang sebelum kalian di antara mereka ada yang ditangkap kemudian ditanam di bumi dan dibawakan gergaji dan ditaruh di kepalanya kemudian di belah dua. Mereka disisir dengan sisir besi pada daging dan tulangnya. Mereka tidak berpaling dari agama mereka. Demi Allah, aku berharap agama ini aman hingga seorang pengendara dari Shan’a ke Hadramaut tidak takut kecuali kepada Allah dan macan terhadap kambingnya, tetapi anda tergesa-gesa.” (HR Bukhari, Ahmad, Abu Daud dan An Nasai)

Dari hadist ini menggambarkan kepada kita bahwa betapa berat cobaan dan ujian dalam hidup ini, tetapi demi merasakan nikmatnya iman dalam Islam, maka sesungguhnya kesabaranlah sebagai pemanisnya.

Kita mengetahui betapa besarnya penderitaan yang dialami Rasulullah saw selama beliau di Makkah pada permulaan dakwak Islam, padahal beliau adalah Rasul Allah/Utusan Allah, Nabi Muhammad SAW sering mendapatkan perlakuan yang sangat kasar dan tidak berperikemanusiaan dari orang-orang kafir Quraisy. Mulai dari caci maki dan penghinaan, hingga ancaman akan dibunuh. Kemudian pendeitaan yang dialami oleh sahabat-sahabat beliau juga tidak kalah deritanya, mulai dari Bilal bin Rabbah, keluarga Ammar bin Yasir sampai dengan Suhail bin Sinan, tetapi itu semua tidaklah melunturkan semangat dalam dakwah Islam.

Rasulullah hanya meminta mereka untuk bersabar meskipun mereka merasa demikian berat menghadapi penghinaaan dan tindakan represif kafir Quraisy. Penderitaan dan kesengsaraan tidaklah membuat Rasulullah terpancing untuk menyimpang dari sebuah rancangan perjuangan dakwah yang terencana dengan matang. Sikap-sikap tulus dakwah Islam yang terus diperlihatkan Kaum Muslimin selama masa pemboikotan itu membuahkan rasa simpati, bahkan dari kalangan musuh sendiri. Kesabaran yang membuat sehingga fathu Mekkah di dapatkan

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ

الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ 

Khutbah II

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.

أَمَّا بَعْدُ؛ فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى : وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

Bagi kita kaum muslimin yang berada di Indonesia, selain bantuan yang bisa kita berikan, adalah bagaimana kita juga meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah, karena itulah ujian bagi kita. Dalam hidup ini Allah mempertemukan bahwa hidup sepenuhnya hanyalah ”ujian” semata dari Allah dan dengan ujian itu pula sesungguhnya Allah ingin membuktikan siapa diantara manusia yang lebih baik amalnya. Saudara kita di sana diuji dengan penindasan dan pembunuhan, tetapi mereka tetap sabar terhadap ujian tersebut dan mampu mempertahankan kedekatannya kepada Allah. Saudara kita yang ada di Palestina juga demikian, beberapa waktu yang lalu sempat dilarang oleh Israel memasuki Masjidil Aqsa hampir sekitar dua minggu, tetapi mereka  terus berjuang sampai akhirnya diperbolehkan kembali. Kita yang di tanah air, dengan aman dan nyamannya suasana, mesjid dan mushalla ada di mana-mana, rugi sekali kalau kita tidak memanfaatkannya untuk bersama-sama melaksanakan sholat berjama’ah didalamnya.

Sebagai wujud keprihatinan kita kepada saudara-saudara kita yang ada di Rohingya, marilah kita bersama-sama membantu dan mendo’akan mereka semoga mereka dikuatkan dalam menghadapi cobaan dan ujian ini. Karena sesungguhnya dengan do’a inilah yang juga sebagai bentuk perlawanan dalam ketertindasan, berdoa kepada Allah SWT memohon berbagai keadaan yang dapat menguntungkan perjuangan. Inilah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat dalam berbagai peristiwa penindasan yang dialami mereka, termasuk dalam masa pemboikotan yang memakan waktu tiga tahun pada waktu itu.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

 

اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

 

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِهِمْ فَإِنَّهُمْ لاَ يُعْجِزُونَكَ، اللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ، وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ، وَاجْعَلِ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ.

“Ya Allah hukumlah mereka (yang menindas saudara kami di Rohingya), sesungguhnya mereka tak mampu melemahkan-Mu. Ya Allah cerai beraikan mereka, porak porandakan kesatuan mereka, dan turunkanlah balasan-Mu atas mereka.”

 

اللَّهُمَّ أَحْصِهِمْ عَدَداً، وَاقْتُلْهُمْ بَدَداً، وَلاَ تُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً.

“Ya Allah kumpulkanlah dan binasakanlah mereka (yang menindas saudara kami di Rohingya) dan jangalah Engkau sisakan seorang pun dari mereka.”

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْهِمْ وَعَلىَ مَنْ عَاوَنَهُمْ بَأْسَكَ الَّذِي لاَ يُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ.

“Ya Allah turunkanlah atas mereka (yang menindas saudara kami di Rohingya) dan semua pihak yang membantu mereka balasan-Mu yang tidak dapat ditolak oleh kaum yang berbuat kezhaliman.”

 

اَللَّهُمَّ أَنْجِ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِيْ رخنغيا، اَللَّهُمَّ الْطُفْ بِهِمْ وَارْحَمْهُمْ وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الضِّيْقِ وَالْحِصَارِ.

“Ya Allah selamatkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin yang lemah di Rohingya. Ya Allah sayangi dan kasihilah mereka dan keluarkanlah mereka dari pengepungan dan keadaan sempit yang mereka alami saat ini.”

 

اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْهُمُ الشُّهَدَاءَ وَاشْفِ مِنْهُمُ الْمَرْضَى وَالْجَرْحَى، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ وَلاَ تَكُنْ عَلَيْهِمْ، فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ لَهُمْ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ

“Ya Allah terimalah syuhada mereka dan sembuhkanlah yang sakit dan terluka dari kalangan mereka. Ya Allah karuniakanlah kebaikan pada mereka dan janganlah Engkau timpakan keburukan pada mereka karena tiada daya dan kekuatan bagi mereka kecuali dengan pertolongan-Mu.”

 

اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ رخنغيا اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سُوْرِيَا، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْنَ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ الْيَمَنِ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ أَفْرِيْقِيَا، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ أَفْغَانِسْتَانَ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ كُلِّ بِقَاعِ الأَرْضِ.

“Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Rohingya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Suriah. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Palestina. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Yaman. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Afrika. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Afghanistan. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di seluruh permukaan bumi.”

اللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ عَلَى أَعْدَاءِهِمْ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ مِنَ الْمُنَافِقِيْنَ، اللَّهُمَّ سَدِّدْ رَمْيَهُمْ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ.

“Ya Allah tolonglah mereka menghadapi kaum musuh-musuh mereka dan para penolong musuh mereka dari kalangan orang-orang munafik. Ya Allah tepatkanlah bidikan mereka, satukanlah barisan perjuangan mereka, dan satukanlah kalimat mereka di atas kebenaran, Ya Hayyu, Ya Qayyum.”

 

اَللَّهُمَّ مَنْ أَرَادَ بِالْمُسْلِمِيْنَ سُوْءًا وَمَكْرًا وَكَيْدًا فَرُدَّ عَلَيْهِمْ مَكْرَهُمْ أَجْمَعِيْنَ.

“Ya Allah siapa saja yang menginginkan keburukan, rencana jahat, dan tipu daya kepada kami dan kaum muslimin, maka kembalikan kepada mereka seluruh tipu daya mereka.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here