dakwahmuh.com – Banjarmasin, Mejelis Pengkaderan Muhammadiyah Pimpinan Wilayah Kalimantan Selatan mengadakan pengajian bersama para perkumpulan Tunanetra yang diadakan di Kota Banjarmasin (PERTUNI) Perkeumpulan Tunanetra Indonesia.

Masuk kedalam salah satu komplek di Kota Banjarmasin, Komplek Marhamah Mahligai bertemopat disalah satu rumah warga yang sekaligus adalah tukang urut Tunanetra setempat. waktu menunjukan pukul 10:30 Wita satu persatu taksi kuning khas Banjarmasi berdatangan mengangukut meraka Tunanetra, meraka turun taksi dengan kemampuan yang ada, mereka tidak melihat, berjalan dengan 3 kaki mencoba turun dari taksi dan masuk kedalam rumah yang menjadi tempat diadakannya acara kajian Islam tersebut.

Pengajian ini disampaikan oleh Drs, Mahlan Dzarkasi ketua Majelis Tarjih Pimpinan Wilayah Kalimantan Selatan. mengajarkan masalah wudhu kepada mereka para Tunanetra tidak sama seperti mengajarkan wudhu kepada orang normal pada umumnya, jika pada umumnya cukup teori dan contoh maka pada Para tunanetra langsung dipraktikan dengan tangan si tunanetra tersebut.

“kami sangat senang dengan apa yang telah dilakukan oleh MPM PW Muhammadiyah Kalimantan Selatan atas dilaksanakan pengajian ini, karena kami sangat jarang sekali pergi kepengajian dengan kondisi fisik yang seperti ini.” Sebut Hamsani.

“Banyak orang yag bingung dengan kondisi kami saat ini, banyak pertanyaan yang sering dilaontarkan kepada kami, salah satunya adalaha, bagaimana cara kami melakukan komunikasi dengan teman-teman Tunanetra yang ada di Kalimantan Selatan hingga terbentuk PERTUNI (Perkumpulan Tunanetra Indonesia) ini, ada yang dari Kotabaru, Banjarmasu, Martapura, Rantau, Kandangan yang pada akhirnya bisa berkumpul di Kota Banjarmasin. walaupun kami tidak bisa melihat tapi kami diberikan anugerah besar oleh Allah suatu parasaan yang sangat pekat salah satunya pada alat komunikasi, kami diberikan kemudian dengan program sofwer androit yan teah dirancang oleh kawan-kawan khusus untuk kami para Tunanetra dengan program suara. kami mempunyai banyak sofwer untuk bisa dijadikan sebagai teknonogi kami sebagai para Tunanetra. “Hamsani”

Kajian ini dilaksanakan satu bulan satu kali dengan sistem arisan yang digunakan sebagai dana untuk konsumsi bagi tamu undangan diwaktu selanjutnya. Kajian ini dihadiri oleh Tunatera se Kalimantan Selatan yang masuk dalam PERTUNI. /ebn

Tinggalkan Balasan