SEKILAS INFO
  • 2 minggu yang lalu / Semoga tampilan baru ini bermanfaat.
WAKTU :

Teks Khutbah ‘Idul Adha: NABI IBRAHIM ADALAH INSPIRASI UNTUK MEMBANGUN KEHIDUPAN TERBAIK

Terbit 31 Juli 2019 | Oleh : Dakwah Al Ummah | Kategori : KOLOM
Teks Khutbah 'Idul Adha: NABI IBRAHIM ADALAH INSPIRASI UNTUK MEMBANGUN KEHIDUPAN TERBAIK

NABI IBRAHIM ADALAH INSPIRASI UNTUK MEMBANGUN KEHIDUPAN TERBAIK

Teks Khutbah ‘Idul Adha

Kaum Muslimin Muslimat Rahimakumullah

Segala puji bagi Allah yang telah menghantarkan kita pada “’IDUL ADHA 1440 H”. Mari kita isi ‘Idul Adha ini dengan alunan takbir yang membahana di angkasa raya.

Saat ini kebesaran Allah telah menyelimuti Qolbu kita, alunan takbir yang baru saja kita kumandangkan membuat perasaan kita menjadi kecil, terbayang dosa-dosa masa lalu dengan harapan mudah-mudahan Allah berkenan mengampuni dosa-dosa kita.

ALLAHU AKBAR 2X Walillahil hamdu,

Kita sekarang sedang ber’Idul Adha, hari raya ini sangat berkaitan dengan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan keluarganya. Pada saat ini jutaan umat Islam dari belahan bumi ini berkumpul bersama di Tanah Suci Makkah menjadi tamu-tamu Allah Subhanahu Wa Ta’ala, di lapangan terbuka ini kita duduk sejenak untuk merenungkan pelajaran-pelajaran yang dititipkan Allah kepada kita melalui kisah monumental Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan keluarganya.

Teks Khutbah ‘Idul Adha

Allah Subhanahu WaTa’ala berfirman :

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.” (QS. Al-Mumtahanah (60) : 4)

Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam adalah sosok teladan yang lekat dengan senantiasa bertaubat dan pengorbanannya yang tulus. Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam mengajarkan kepada kita bahwa seorang mukmin harus sepenuhnya hidup untuk sebuah keinginan yang tinggi. Sebuah keinginan  untuk melangkahkan kakinya di dalam Surga Allah Subhanahu WaTa’ala. Keinginan itulah yang membuatnya rela melakukan pengorbanan demi pengorbanan di kehidupan dunia yang terlalu singkat ini.

Ma’asyiral Muslimin Wal Muslimat Rahimakumullah

Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam mengajarkan kepada kita bahwa segala impian yang kita perjuangkan untuk kehidupan kita harus selalu diukur dengan keridhaan dan kecintaan Allah Azza wa Jalla. Apa yang diridhai dan dicintai oleh Allah dan RasulNya, maka itulah yang sepatutnya menjadi impian kita. Jika tidak, maka tinggalkan dan buanglah jauh-jauh segala impian yang jelas tidak mendapatkan ridha dari Allah Subhanahu WaTa’ala, karena hal itu hanya akan membawa kehidupan kita jauh dari Allah dan jatuh dalam jurang kesengsaraan yang tak berujung.

Seperti yang kita ketahui, Nabi Ibrahim ’Alaihissalam dengan rela hati melakukan perjalanan panjang dan penuh rintangan dalam kehidupannya. Beserta istri dan anaknya yang justru menikmati perjalanan penuh angan itu. Angan akan Surga Allah. Tak ada rasa enggan dalam meningkatkan taqwa. Ini membuktikan betapa besarnya kesungguhan mereka akan keinginan yang berkobar-kobar untuk meraih Surga Allah.

Teks Khutbah ‘Idul Adha

Ma’asyiral Muslimin  Wal Muslimat Rahimakumullah…

Sudahkah keinginan hidup kita sepenuhnya untuk Allah Subhanahu WaTa’ala? Seberapa besar sudah pengorbanan yang kita tunjukkan? Di Hari Raya Idul Adha ini, beruntung jika kita juga ikut berqurban ikhlas karenaNya, namun untuk keinginan sehebat Surga, maka harus lebih dari itu. Kisah tauladan keluarga Yasir di awal Islam adalah salah satu contoh pengorbanan luar biasa, saat mereka mengalami penyiksaan besar atas komitmen keislaman mereka, Rasulullah Shallahu’alaihi Wa Sallam menghibur mereka dengan bersabda :

“Bersabarlah, wahai keluarga Yasir! Karena sesungguhnya janji pertemuan kalian adalah surga.”

ALLAHU AKBAR 2X Walillahil hamdu

Jama’ah sholat IDUL ADHA Rahimakumullah

Akibat berbagai pengaruh mengejar kehidupan dunia, kemegahan, kecongkakan, persaingan yang keras, maka timbullah tindakan-tindakan kriminal yang sudah melewati batas. Bentuk dan caranya pun semakin sadis dan beringas, dan pelakunya bukan hanya orang yang suka mabuk-mabukan tapi juga dilakukan oleh orang-orang yang terhormat.

Penyimpangan dan korupsi adalah suatu kebiasaan bahkan kebanggaan tersendiri, tidak ada rasa malu, bangga memamerkan kekayaan, semua orang tahu harta yang dipamerkan hasil dari penyelewengan. Vonis dan ketetapan hukum tidak pernah membuat jera karena terlalu ringan, yang kadang-kadang ditetapkan di bawah interpensi kekuasaan dan kekayaan, jabatan dan harta yang dimiliki seseorang bisa saja menghancurkan keadilan, dalam masyarakat sangat popular dengan sebutan hukum Rimba, siapa yang kuat itulah yang menang, siapa yang lemah teraniaya, sengsara dan tersiksa.

Allah Subhanahu WaTa’ala berfirman :

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. (lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya jalan yang lurus. Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. Kemudian kami wahyukan kepadamu (Muhammad): ‘Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif’ dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.” (QS An-Nahl (16) : 120 – 123)

Teks Khutbah ‘Idul Adha

Hendaknya orang-orang yang diamanahi untuk memimpin, bahkan jika hanya memimpin sebuah kelompok kecil, mengikuti teladan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam. Tidak mempersekutukan Allah dengan menghambakan diri pada dunia dan jabatan. Mensyukuri nikmat Allah dan senantiasa berusaha untuk berada di jalan yang lurus dengan penuh keikhlasan. Dengan begitu akan meraih kehidupan terbaik yang jauh dari penyimpangan, kecongkakan dunia, dan kebrutalan pada kelompok yang dipimpinnya.

ALLAHU AKBAR 2X Walillahil hamdu

Jama’ah sholat IDUL ADHA Rahimakumullah

Kalau kita berbicara tentang kebrutalan dan perilaku yang sadis, semuanya juga berawal dari kehancuran moral krisis akhlak, banyak sekali para remaja bahkan orang tua yang tidak berakhlak karena kurangnya inspirasi dan teladan dalam membangun kehidupan terbaik. Kita hampir tidak menyadari bahwa akhlak dan pola hidup jahiliyyah telah membudaya dan memasyarakat di tengah-tengah kehidupan umat Islam sehingga menghalalkan para orang tua agar membiarkan anak-anaknya ikut terjerumus. Kita harus mewaspadai agar tidak mudah tertipu dengan budaya buruk tersebut.

Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam menjadi teladan dalam menjadi orang tua yang baik, senantiasa mendekatkan anak kepada Allah dengan penuh santun dan kasih sayang.

“Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang santun lagi pengasih dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Hud (11) : 75)

Inilah karakter yang patut dicontoh oleh setiap orang tua terhadap anak-anaknya : santun dan lemah lembut, penuh kasih sayang, dan yang paling penting adalah selalu kembali kepada Allah Subhanahu WaTa’ala. Nabi Ibrahim senantiasa kembali kepada Allah sebagai salah satu bentuk cinta kasihnya kepada keluarganya. Nabi Ibrahim senantiasa memanjatkan doa sebagai salah bentuk kepeduliannya kepada keluarganya.

Teks Khutbah ‘Idul Adha

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim (14) : 35)

 “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim (14) : 40)

Jama’ah sholat IDUL ADHA Rahimakumullah

Begitulah bentuk kasih sayang dan kepedulian Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam terhadap keturunan beliau. Kekhawatiran akan jauhnya keturunannya dari Allah membuat Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam senantiasa memanjatkan doa yang penuh dengan pengharapan terbaik. Kembali kepada Allah.

Dan begitu pulalah seharusnya para orang tua memperlakukan anak mereka. Para orang tua harus lebih khawatir jika anak mereka jauh dari Allah dibandingkan anak mereka kehilangan impian duniawi. Karena impian duniawi tak akan cukup untuk meraih kedekatan dengan Allah, sedangkan kedekatan dengan Allah akan membawa kita pada kepuasan lahir dan batin dimana impian duniawi terasa tidak ada apa-apanya.

Rela meninggalkan angan yang tidak diridhai Allah demi keinginan untuk dekat dengan Allah. Rela tidak mengikuti pergantian mode yang sarat dengan kemudharatan demi menghindari kemurkaan Allah. Rela dicap sebagai orang yang kolot demi menjalani syariat sesuai sunnah. Inilah pengorbanan yang juga diajarkan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam demi meraih kehidupan terbaik.

Teks Khutbah ‘Idul Adha

ALLAHU AKBAR 2X Walillahil hamdu

Jama’ah sholat IDUL ADHA Rahimakumullah

Kini kita sedang berhadapan dengan zaman bebas. Segala sesuatu sudah kehilangan batas. Banyak pergaulan anak-anak remaja yang bebas dan kelimpat batas, motif dan gaya berpakaian pun sudah terlalu bebas. Bisnis hiburan berbau maksiat sudah bebas dimana-mana. Aksi pembunuhan, pencurian, dan penipuan sudah tak berbatas. Tak heran banyak musibah yang beruntun dan fitnah di sana-sini mengikuti ancaman yang telah banyak dijanjikan Allah bagi orang-orang yang zalim.

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.” (QS. Ibrahim (14) : 42)

Mumpung umur kita masih ada, selagi tubuh kita masih sehat, mari kita jaga diri dan keluarga kita dari pengaruh buruk kezaliman ini. Setahun lagi umur kita bertambah tapi hakikatnya setahun pula berkurang. Bagi yang masih muda jagalah masa muda ini dengan sebaik-baiknya, karena pemuda yang giat ibadah kepada Allah akan mendapatkan keteduhan yang khusus nanti di padang Mahsyar, yang pada saat itu tidak ada keteduhan kecuali yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dan bagi yang merasa sudah tidak muda lagi, uban mulai bertabur, mata sudah mulai kabur, ingatan, fikiran, kemauan sudah mulai mundur, kulit sudah mulai kendur, tenaga sudah mulai uzur, apabila bernafas sudah seperti orang mendengkur, mungkin tidak lama lagi akan masuk lubang kubur, sudahkah kita sadar, saat badan masih tegar, apa yang diinginkan masih bisa terbayar, apa yang kita berikan kepada umat, kita semua telah memegang janji dan amanat, ingat itu semua akan kita pertanggungjawabkan di akhirat. Satu persatu teman dan handai taulan telah mendahului kita, itulah kematian, dan pasti akan mendatangi setiap orang, senang atau tidak senang, sedang di rumah atau dimanapun, sedang taat atau maksiat, apabila ajal telah sampai maka terjadilah kematian itu. Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya oleh salah seorang sahabatnya tentang siapa manusia yang paling cerdas dan beliau menjawab :

“Orang yang cerdas adalah mereka yang paling banyak ingat dengan mati, dan mereka yang paling banyak persiapan untuk kematian.” (HR Tirmiji)

Kaum muslimin dan muslimat, sekian banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang selalu mengingatkan kita untuk kembali pada undang-undang Allah, dijelaskan berulang kali kepada kita bahwa kehidupan dan kematian adalah ujian, setiap ujian dan cobaan itu tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia, bukan hidup namanya bila tidak ada suka dan duka, bukan hidup namanya bila tidak ada tangis dan tawa, bukan hidup namanya bila tidak ada lapang dan sempit, bukan hidup namanya bila tidak ada miskin dan kaya, itulah sunnatullah yang telah ditetapkan untuk manusia dan semua itu ujian, suka duka ujian, tangis dan tawa ujian, lapang dan sempit ujian, hidup dan matipun ujian, siapa diantara kita semua yang paling baik amalnya, kalau kita mau segala amal yang kita lakukan yang terbaik dan mendapatkan nilai yang sempurna, beramallah seperti apa yang dicontohkan Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam. Jadikan sosok-sosok beriman sebagai inspirasi, sebagaimana Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam yang sudah menjadi inpirasi untuk membangun kehidupan terbaik, penuh kasih sayang, pengorbanan, dan keikhlasan.

ALLAHU AKBAR 2X Walillahil hamdu

Marilah bersama-sama dengan hati yang tulus memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ya Allah Tuhan kami…

Jauhkanlah kami dari bujuk rayuan syetan yang selalu menyesatkan, ampunilah segala kesalahan kami, dan kesalahan kedua orang tua kami, sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangi kami.

Ya Allah Tuhan Kami…

Curahkanlah hidayahmu kepada kami sehingga tidak berat bagi kami untuk melaksanakan perintahmu, dan meninggalkan laranganmu, berikan kemampuan bagi kami untuk menolak segala bentuk kemaksiatan dan kemunkaran.

Ya Allah Tuhan Kami…

Berikan kesehatan kepada kami, isteri dan anak-anak kami, jadikanlah mereka pendingin mata kami, anak yang sholeh/sholehah, taat kepada Allah dan Rasulnya, berbakti kepada orang tuanya.

Ya Allah Tuhan Kami…

Bangkitkanlah umat Islam di belahan bumi ini, jangan Engkau biarkan mereka ditindas, dirampas haknya, dizalimi, difitnah, dihina, dianiaya, dibunuh. Kuatkanlah semangat mereka memegang teguh ajaran agama Islam.

Ya Allah Tuhan Kami…

Sesungguhnya shalat kami, puasa kami, ruku kami, sujud kami, hidup kami, dan mati kami untuk-Mu Ya Allah Yang Maha Pengasih, terimalah amal ibadah kami, dan kabulkanlah pinta do’a kami.

Teks Khutbah ‘Idul Adha

SebelumnyaDr. Karyono Ibnu Ahmad: Pembinaan Keluarga SesudahnyaTeks Khutbah Idul Adha: Potret Keluarga Ideal: Ketaatan Yang Melahirkan Peradaban

Berita Lainnya

0 Komentar